Badan digesa larang wanita tutup muka

Pemerintah Belanda enggan haram burka tetapi mahukan sekolah, badan awam larang pemakaiannya.



MUKA HARUS TERBUKA: Pakaian burka seperti yang dipakai wanita-wanita Islam ini tidak akan dibenarkan di semua sekolah, pengangkutan awam dan pejabat perkhidmatan awam Belanda.
Pemerintah Belanda mahu semua sekolah, badan awam dan syarikat pengangkutan awam melarang pakaian wanita Islam yang menutup muka mereka, tetapi ia tidak akan mengharamkan burka, kata seorang menteri semalam.Menteri Ehwal Dalam Negeri Belanda, Encik Guusje ter Horst, berkata badan-badan awam sudah pun mempunyai wadah undang-undang untuk mengharamkan pakaian yang menutup muka wanita Islam itu.

“Kami tidak akan mengharamkan apa-apa tetapi kami percaya bahawa pertubuhan-pertubuhan (sekolah-sekolah, majlis-majlis perbandaran dan syarikat pengangkutan awam) juga merasakan (bahawa memakai burka) adalah tidak diingini,” jelas Encik Ter Horst.

Sebahagian besar parti-parti politik dalam parlimen Belanda menyokong pengharaman penuh terhadap pemakaian burka, yang menutup susuk tubuh wanita Islam dari kepala hingga jari kaki.

Namun, pemerintah Belanda berkata pengharaman terhadap pakaian itu akan melanggar hak kebebasan beragama dan mencabuli hak asasi terhadap kesamaan.

“Kabinet berpendapat memakai pakaian yang menutup muka sebagai sesuatu yang tidak diingini… Pada masa yang sama, memakai pakaian menutup muka Islam – seperti burka atau niqab – adalah hak pengamalan agama dan kebebasan beragama hanya boleh dilanggar dalam keadaan yang amat istimewa dan tertentu,” kata para menteri kabinet Belanda itu dalam satu kenyataan.

Encik Ter Horst berkata pemerintah Belanda akan menggesa sekolah-sekolah, penyedia khidmat pengangkutan awam, majlis perbandaran dan syarikat-syarikat awam lain untuk melarang kakitangan, pelajar dan penumpang mereka daripada memakai pakaian yang menutup muka itu.

Jika rundingan-rundingan itu gagal, pihak kabinet Belanda masih boleh memperkenalkan undang-undang penguat kuasa, kata para menteri tersebut. Burka membolehkan wanita Islam melihat menerusi sehelai kain jarang di bahagian muka mereka, manakala niqab pula menutup muka wanita berkenaan kecuali di bahagian mata.

Pihak media Belanda menganggarkan hanya sekitar 150 wanita Islam di sana memakai pakaian yang menutup muka daripada sejumlah 16 juta orang penduduk negara itu. Pada Oktober 2005, sebahagian besar Anggota Parlimen (AP) Belanda menyokong satu usulan oleh seorang AP Belanda yang berhaluan paling kanan, Encik Geert Wilders, untuk mengharamkan burka di tempat-tempat awam.

Namun, pemerintah Belanda sebaliknya mahukan semua sekolah dan syarikat pengangkutan awam di negara itu mengharamkan pemakaian semua pakaian yang menutup muka, termasuk balaclava dan topi keledar motosikal.

Ia juga merancang untuk mengadakan klausa khas dalam kontrak perkhidmatan kakitangan awam Belanda, yang melarang mereka daripada memakai pakaian yang menutup muka. Persatuan-persatuan pengangkutan awam Belanda bagaimanapun pernah berkata bahawa pengharaman ke atas burka “tidak dapat dilaksanakan dan tidak perlu”. – AFP
Continue reading

Hari Berkasih Sayang Orang-Orang Kafir!

Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, pusat-pusat membeli-belah, pusat-pusat hiburan sibuk berlumba-lumba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang sering berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal iaitu Valentine’s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu (kad ucapan) dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat (luahan hati), menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. Benarkah ia demikian?

SEJARAH VALENTINE’S DAY

The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :

“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources–plus the belief that spring is a time for lovers.”

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (terlalu lama) (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak (kebetulan) dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek (mangsa) hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi (mengambil) upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istreinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengaitkannya dengan musim kahwin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).
Continue reading

Rintihan dan Nasihat daripada seorang Bapa…

Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan ramai orang.

Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.

Kami telah menulis dan mengajak kepada kebaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami banteras, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah pun berleluasa, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.

Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.

Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, lelaki-lelaki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, lelaki-lelaki itu tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu: silakan masuk… ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : Pencuri…! Tolong… tolong… saya dicuri.

Demi Allah… dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.

Demi Allah… begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan lelaki-lelaki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

Demi Allah… ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, wajahmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap dibelenggu dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila mereka mengganggumu (si lelaki) berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang mencabul, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak-anak lelaki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

Cita-cita wanita tertinggi adalah pernikahan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Continue reading