Logo Background RSS

» Sembang2 Remaja

  • Rintihan dan Nasihat daripada seorang Bapa…
    By Muslimah on February 4th, 2008 | 11 Comments11 Comments Comments

    Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan ramai orang.

    Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.

    Kami telah menulis dan mengajak kepada kebaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami banteras, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah pun berleluasa, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.

    Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.

    Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, lelaki-lelaki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, lelaki-lelaki itu tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu: silakan masuk… ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : Pencuri…! Tolong… tolong… saya dicuri.

    Demi Allah… dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.

    Demi Allah… begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan lelaki-lelaki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

    Demi Allah… ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

    Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, wajahmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap dibelenggu dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

    Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila mereka mengganggumu (si lelaki) berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang mencabul, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak-anak lelaki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

    Cita-cita wanita tertinggi adalah pernikahan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
    (more…)

  • Prihatinlah Terhadap Anak Gadis Anda!
    By Muslimah on January 15th, 2008 | No Comments Comments

    Sudah terluka, belum sempat pulih terluka lagi! Begitulah nasib seorang remaja yang menemui saya beberapa hari lalu. Dia menemui saya berbekalkan harapan untuk menghuraikan masalahnya. Sejak tiga bulan lalu, dia tidak lagi kedatangan haid. Sebelum ini kedatangan haidnya berlaku secara tetap setiap bulan.

    (more…)

  • Bersegera bendung salah laku belia kita
    By Muslimah on December 3rd, 2007 | 3 Comments3 Comments Comments

    Jumlah kes yang melibatkan belia Melayu bergaduh setelah berseronok dengan meminum arak di tempat hiburan hingga ke waktu subuh kian ketara.

    (more…)