Amah diberkas lepas disyaki dera bayi majikan!!

Seorang amah Indonesia diberkas polis kerana disyaki mendera bayi lelaki majikannya yang berusia dua bulan setelah videonye menendang bayi itu di paparkan dalam Internet di laman YouTube oleh ibu bapanya.

Amah berusia 20-an tahun itu dibebaskan dengan ikat jamin setelah disoal siasat polis.

Siasatan ke atasnya masih diteruskan.

Ibu bapa bayi itu telah memasang sistem televisyen litar tutup (CCTV) baru-baru ini di rumah mereka di Paya Lebar Crescent.

Mereka membuat laporan polis pada 26 Januari lalu dan telah memaparkan rakaman video itu di YouTube.

Sejauh ini, rakaman itu telah menarik perhatian seramai 36, 000 pengunjung. Seorang warga Internet yang dikenali sebagai PrincessJuly83 memberi ulasan:

“Saya amat marah menyaksikan video ini. Bagaimanakah seorang amah boleh melakukan perkara sedemikian? Saya ibu dua anak dan tahu bagaimana sakitnya hati melihat anak anda diperlakukan sedemikian.

“Saya harap bayi itu sihat tanpa kecederaan dalaman atau luaran.”

Majikan amah itu berkata mereka memutuskan untuk memasang CCTV setelah melihat laporan tentang amah didakwa di mahkamah kerana mendera anak majikan.

Mereka terkejut apabila melihat amah mereka sendiri melakukan perbuatan sedemikian. Menurut mereka, amah itu amat sopan dan lemah lembut apabila berada di depan mereka.

“Kami tidak menyangka dia akan berlaku kasar tehadap anak kami,” ujar majikan yang hanya mahu dikenali sebagai Cik Wong itu, di internet.

Beliau memutuskan untuk memaparkannya di Internet supaya dilihat oleh ibu bapa lain agar lebih berwaspada terhadap amah yang menjaga anak mereka di rumah.

Sila rujuk pada rakaman video tersebut di bawah:

Maid abused baby 1

Maid abused baby 2

Maid abused baby 3

Maid abused baby 4

Maid abused baby 5

Maid abused baby 6

Komentar Muslimah:

Kejadian sebigini sebenarnya sudah berkali-kali berlaku. Di mana pengasuh dari Indonesia seringkali menganiaya bayi-bayi yang tidak berdosa. Kalau memang ia ada dendam dengan majikannya, bukan kepada bayi itu yang harus mereka lepaskan. Apakah pengasuh-pengasuh dari Indonesia kebanyakannya tidak waras atau memang mereka ini segelintir daripada Hospital Gila?? Saya pernah menyaksikan ramai pengasuh dari Indonesia ini selalu membiarkan anak-anak majikan mereka tidak diberi makan mahupun minum. Sedangkan dia asyik berasmara menelefon bangla-bangla dengan menggunakan ‘public phone’ di bawa kolong blok. Yang segelintir itu membawa anak majikannya yang tidak berbaju dan hanya ber’pampers’ yang terlondeh. Kemungkinan penuh dengan najisnya. Setiap kali kejadian ini sering saya terlihat selepas saja saya pulang dari sekolah. Kesihan dan amat simpati sekali saya melihat cara mereka begitu ‘aggressive’ terhadap anak-anak yang tidak berdosa itu. Terutama sekali kepada bayi-bayi yang dijaganya. Walaupun anak atau bayi itu dari keturunan bangsa asing, bukankah dia lebih mengetahui yang dibawanya itu bayi & anak-anak yang masih kecil lagi? Yang ada diseretnya sepanjang perjalanan. Sungguh sadis sekali jika dilihat tanpa menegur. Saya tidak kira dan tidak ambil peduli jika ingin dibentaknya. Saya menegur dengan nada yang cukup tegas: “Jika sekali lagi kamu lakukan perbuatan seperti ini, aku tidak akan teragak-agak untuk menelefon agen ataupun polis! Ngerti!!”

Continue reading

Rintihan dan Nasihat daripada seorang Bapa…

Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan ramai orang.

Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.

Kami telah menulis dan mengajak kepada kebaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami banteras, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah pun berleluasa, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.

Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.

Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, lelaki-lelaki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, lelaki-lelaki itu tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu: silakan masuk… ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : Pencuri…! Tolong… tolong… saya dicuri.

Demi Allah… dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.

Demi Allah… begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan lelaki-lelaki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

Demi Allah… ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, wajahmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap dibelenggu dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila mereka mengganggumu (si lelaki) berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang mencabul, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak-anak lelaki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

Cita-cita wanita tertinggi adalah pernikahan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Continue reading